11+ Jenis-Jenis Website, Temukan yang Sesuai dengan Kebutuhan Anda

Share Artikel :

Table of Contents

11+ Jenis-Jenis Website – Niat bikin website untuk diri sendiri atau perusahaan, tapi belum paham dengan jenis-jenis website yang sesuai untuk project tersebut? Mungkin secara eksplisit, semua website terlihat sama saja.

Namun jika menengok lebih dalam dan memperhatikan apa perbedaan dari masing-masing website, Anda pasti akan menemukan bahwa semuanya berbeda. Yup, hal tersebut dikarenakan memang ada kelompok jenis website yang disesuaikan dengan kebutuhan tertentu.

 

Jenis-Jenis Website Berdasarkan Sifat

Di awal pembahasan ini, kami akan berikan pemahaman tentang jenis-jenis website dan contohnya berdasarkan sifatnya terlebih dahulu. Sifat di sini mencakup pada konten informasi yang harus tersedia di website itu sendiri. Berikut penjelasannya:

1. Website Statis

Website statis adalah salah satu jenis website yang didefinisikan sebagai halaman web dengan konten yang konsisten atau tidak berubah. Setiap halaman website dibuat menggunakan kode HTML untuk menampilkan informasi yang sama.

Sayangnya hanya webmaster atau web developer yang dapat memperbarui konten situs web statis. Pasalnya, situs web statis dibuat dengan HTML dan CSS oleh ahli yang memahami pemrograman dan pengkodean.

Namun Anda juga dapat menggunakan pihak ketiga untuk membuat situs web statis seperti Jekyll, Hexo atau Hugo. Jenis situs ini tidak memerlukan pembaruan konten yang sering, bahkan juga tidak memerlukan database.

Jenis-jenis website statis sering digunakan untuk situs web perusahaan yang hanya perlu memberikan informasi dasar seperti alamat, kontak, dan riwayat perusahaan. Mungkin Anda sering melihat beberapa website perusahaan besar yang menggunakan jenis website ini.

2. Website Dinamis

Di sisi lain, jenis website dinamis adalah situs web dengan konten yang diperbarui secara berkala. Sebagian besar, situs web bersifat dinamis karena lebih mudah dikelola daripada situs statis.

Bahkan halaman web dinamis menampilkan konten dari database yang biasanya hanya dapat diakses oleh webmaster atau developer. Namun, halaman pada jenis website ini memungkinkan pengguna memperbarui konten situs web tanpa mengganggu desain web.

Hm, bisa kami asumsikan website dinamis ini seperti Wikipedia. Web tersebut menerima edit konten untuk banyak pengguna. Jika dilihat dari sisi kelebihan, tentu saja ini hal yang bagus karena siapapun memiliki kesempatan untuk menulis dan menambahkan informasi penting.

Namun jika melihat banyaknya kasus yang ada, tidak sedikit pula pengguna yang mengedit konten artikel yang tersedia dengan informasi yang tidak benar. Bahkan juga mereka jadikan sarana untuk menyerang sekelompok atau individu penting tertentu.

Jenis Website Berdasarkan Fungsi

Seperti yang umum ketahui, website adalah sebuah sarana untuk mendapatkan atau berbagi informasi menarik. Inilah tujuan awal Tim Berners-Lee menemukan website sebagai media yang dapat membantu orang banyak. Bahkan sekarang sudah ada jenis website berdasarkan fungsinya:

1. Blog Pribadi

Sejak awal tahun 2000-an, blog menjadi tren baru karena menjadi media pengganti buku harian pribadi. Bahkan media tersebut dapat dikelola dengan mudah secara online. Di sini, Anda bisa menulis tentang pengalaman pribadi, opini, atau kisah perjalanan yang menyenangkan.

Umumnya, orang-orang yang ahli di bidang website saat ini memulai pengetahuannya dari kelola blog pribadi terlebih dahulu. Pasalnya, blog halaman website yang cukup mudah untuk dipelajari dan dikelola.

4. Marketplace atau Toko Online

Salah satu dari jenis-jenis website berikutnya adalah toko online atau marketplace. Walaupun sudah berjualan melalui marketplace atau media sosial, Anda tetap membutuhkan adanya website. Hal ini sama seperti memiliki toko fisik di dunia nyata.

Pasalnya, website dapat bertindak sebagai “toko” Anda di dunia maya. Anda dapat mengarahkan prospek dari media sosial ke situs web toko online sehingga setiap transaksi akan dilakukan di situs web tersebut.

5. Website Perusahaan

Jika bisnis Anda tidak berurusan secara online, Anda juga harus memiliki situs web resmi sehingga calon klien dapat menemukan informasi resmi tentang bisnis tersebut. Dengan cara ini, kepercayaan konsumen terhadap bisnis Anda akan meningkat.

Salah satu jenis-jenis website berdasarkan fungsinya di poin ini adalah website yang memuat company profile. Meskipun secara bisnis tidak berjalan online, namun calon konsumen dapat menemukan informasi penting seperti alamat dan nomor kontak yang tersedia di website resmi.

6. Blog Marketing

Selain digunakan sebagai konten pribadi, blog juga dapat digunakan sebagai alat pemasaran konten. Anda dapat meningkatkan trafik situs web toko online atau situs web bisnis Anda melalui salah satu dari jenis-jenis website ini, yaitu blog marketing.

Caranya mudah! Buatlah konten atau artikel dengan menggunakan kata kunci yang sering digunakan oleh calon konsumen Anda. Misalnya, Anda menjual sepatu sneakers, Anda dapat menulis artikel blog marketing dengan kata kunci seperti “cara merawat sepatu sneakers”.

7. Instansi Pemerintah atau Sekolah

Website juga dapat digunakan sebagai jenis website sekolah atau pemerintahan. Hal ini ditujukan agar masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi terkini tentang program sekolah atau pemerintah. Biasanya, situs web tersebut menggunakan domain .sch.id atau .go.id.

8. Media Sharing

Jenis-jenis website berikutnya ini berguna untuk berbagi media. Baik gambar, file MP3, maupun video. Pengguna dapat mengunggah ke situs  dan  pengguna lain dapat melihatnya. Contoh jenis web ini seperti Soundcloud, YouTube, dan berbagai tempat penyimpanan foto web.

9. Website Berita

Di era digital, portal berita online telah berhasil menggantikan bentuk media lain sebagai sumber berita seperti koran yang dulu menjadi surat kabar berita. Namun sekarang, portal berita online yang terkenal di Indonesia seperti Tribun, Detik, Kumparan, dan lainnya.

10. Komunitas Online

Jenis-jenis website sesuai fungsinya terakhir bisa Anda gunakan sebagai komunitas online. Di website komunitas online ini, pengunjung dapat memperoleh informasi, tips, atau panduan terbaru tentang topik tertentu.  Misalnya, seperti komunitas pecinta hewan kucing.

Jenis Website Berdasarkan Platform

Nah, yang terakhir ini ada jenis-jenis website yang bisa menjadi rekomendasi Anda berdasarkan platform. Mungkin bagi sebagian pengguna awam belum pernah mendengar adanya 2 jenis web di bawah ini. Namun kami akan jelaskan secara rinci untuk Anda.

1. Website Builder

Apabila Anda menginginkan cara mudah untuk membangun situs web, maka Anda dapat menggunakan Website Builder. Nama tersebut adalah platform yang akan membantu Anda membuat situs web dengan cepat. Bahkan untuk yang tidak paham coding ataupun desain.

Website Builder cocok untuk Anda yang ingin membangun website dalam waktu singkat, tanpa teknis dan tanpa waktu untuk belajar. Beberapa contoh pembuat situs web populer adalah Wix, WordPress, dan Weebly.

Keunggulan dari platform ini adalah pengguna mendapatkan paket lengkap untuk membuat website. Mulai dari hosting, nama domain, hingga pilihan template. Pengguna hanya perlu memodifikasi konten sesuai keinginan.

2. HTML dan CSS

Jenis website berbasis platform terakhir adalah website yang menggunakan HTML dan CSS. Apakah Anda ingat jenis-jenis website yang kami bahas di awal artikel ini? Yup, situs web statis. Biasanya, halaman web statis dibuat menggunakan metode ini.

Metode pembuatan website ini membutuhkan pengetahuan tentang coding dan pemrograman dalam HTML dan CSS. Anda dapat membuat kode halaman web menggunakan perangkat lunak seperti Notepad++, Text Wrangler atau Sublime Text.

Akhir Kata

Jadi seperti itulah pemahaman tentang jenis-jenis website yang wajib dipahami. Hm, jika dirasa Anda masih bingung menentukan mana jenis web terbaik untuk kebutuhan, gunakan jasa pembuatan website webku.online yang akan membantu masalah tersebut.


Baca Artikel Lainya

Jasa Pembuatan Website